Motif batik encim merupakan jenis
batik yang cukup populer di masa lalu. Motif batik ini berasal dari kata cici
yang merupakan panggilan kepada kakak perempuan di dalam masyarakat Cina.
Karena pergaulan maka kata ini mengalami perubahan menjadi kata encim yang
membuat pada zaman dahulu para masyarakat pribumi sering menyebut para wanita
kebangsaan Cina dengan panggilan encim. Batik encim ini merupakan batik yang
mendapatkan pengaruh dari kebudayaan masyarakat Cina dan pada zaman dahulu
merupakan kain batik yang sering dipakai oleh para wanita dengan menggunakan
kain sarung dan di pasang kan dengan kebaya encim. Motif batik encim ini pada
umumnya menggunakan bentuk pola dengan gambar bunga dan menggunakan warna yang
cerah dan para umumnya dibuat dengan banyak jenis warna. Batik encim ini cukup
banyak disukai dan saat ini sejalan dengan perkembangan dunia busana, kain
batik encim ini tidak lagi hanya berupa sarung namun telah dibuat menjadi
berbagai macam produk busana lainnya dan juga berbagai macam kerajinan yang
indah. Warna yang dipakai pada motif baju batik encim ini memiliki ciri khas
tersendiri dan memiliki kesan yang kalem dan memberikan ketenangan dan juga
nyaman. Motif batik encim ini memiliki kesan klasik namun menjadi sangat anggun
jika dipadukan dengan berbagai motif kebaya yang indah. Sejak zaman dahulu
hingga saat ini telah banyak pengusaha yang membuat motif batik encim, pada
zaman dahulu ada seorang pengusaha baju batik encim yang sangat terkenal yaitu
Oei Soe Tjun dan dalam perjalanannya seni batik encim ini dilanjutkan oleh Liem
Poo Hien. Konon, berdasarkan cerita yang ada ketika masa penjajahan zaman
Belanda para masyarakat keturunan TiongHoa ini banyak yang menggunakan batik
encim dan kebaya dalam kehidupan harian mereka. Namun saat ini pemakaian baju
jenis ini sudah cukup jarang walaupun begitu motif batik encim ini masih terus
dibuat dan masih memiliki banyak penggemar. Seni pembuatan batik encim ini
telah berkembang dan telah dibuat dengan menyesuaikan dengan keinginan
masyarakat luas sehingga motif baju batik ini menjadi terlihat modern dan
menawan.
Minggu, 06 Maret 2016
Baju Batik Encim
Label:
artikel batik,
baju batik,
batik,
model baju batik
Jumat, 04 Maret 2016
Motif Baju Batik Banyuwangi
Motif baju batik yang menjadi ciri khas masyarakat Banyuwangi adalah motif baju batik gajah uling yang jika kita telusuri merupakan motif batik yang memiliki makna maha besar. Gajah adalah seekor hewan yang memiliki bentuk tubuh sangat besar sementara uling bisa juga merupakan kata yang memiliki makna ingat. Jadi dapat disimpulkan bahwa motif baju batik gajah uling ini dapat memiliki makna bahwa kita dan seluruh umat manusia harus selalu ingat dengan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa. Seni batik dengan motif baju batik gajah uling ini telah ada sejak lama di daerah Banyuwangi namun hingga saat ini belum ada kesepakatan apa yang menjadi dasar filosofi dari motif batik gajah uling ini sehingga setiap seniman baju batik ini memiliki keyakinan masing-masing tentang keberadaan dari motif batik Banyuwangi ini. Salah satu pengusaha baju batik yang terkenal di daerah Banyuwangi ini adalah Soedjojo. Motif baju batik gajah uling yang dibuat oleh sanggar batik soedjojo ini dapat kita sebut sebagai motif baju batik yang memiliki bentuk konvensional dan merupakan motif batik yang sesuai dengan pakem dari motif batik gajah uling tersebut. Sehingga motif batik yang dibuat oleh Sayu Wiwit ini merupakan bentuk motif batik yang memperlihatkan bentuk wajah dari gajah uling dengan sangat jelas. Dan selain itu dalam hal warna banyak yang menggunakan warna kain dengan latar putih. Seniman batik di sanggar ini memiliki pendapat bahwa seni batik khas dari daerah Banyuwangi memang sudah seharusnya menggunakan warna dasar putih dalam seni batik mereka. Saat ini sanggar batik Sayu Wiwit ini telah memiliki jumlah pekerja sekitar dua puluh lima hingga tiga puluh orang. Pasar utama dari seni batik Sayu Wiwit ini adalah para pelajar dan juga para karyawan yang ada di daerah Banyuwangi. Selain itu ada juga sanggar batik Virders yang dimiliki oleh Suyadi. Sanggar batik ini terletak di desa Simbar dan juga di kecamatan Cluring. Seni motif baju batik yang dibuat di sanggar ini merupakan motif batik yang disebut sebagai motif batik gajah uling yang dikembangkan dengan baik sehingga dapat mengikuti perkembangan pasar. Hal ini membuat motif batik yang dibuat oleh para seniman batik di sanggar ini terlihat lebih dinamis dan menyesuaikan dengan motif batik modern.
Label:
artikel batik,
baju batik,
batik,
model baju batik
Kamis, 11 Februari 2016
Motif Batik Petani
Keindahan baju batik Indonesia telah dikenal secara luas dan saat ini telah menjadi sebuah busana dan juga baju yang dapat dipakai kapan saja dan oleh siapa pun. Pada masa lalu hal ini mungkin sebuah hal yang tidak mungkin dilakukan karena batik merupakan sebuah kesenian yang dimiliki oleh keraton dan merupakan pakaian para Raja dan juga para kerabatnya. Batik pada masa lalu tidak dapat dipakai oleh orang biasa dan memiliki banyak aturan yang harus dipatuhi dalam pemakaian motif batik tertentu. Namun sejalan dengan waktu batik mulai dikenal oleh para penduduk di luar keraton namun karena adanya larangan untuk beberapa motif batik tertentu maka para penduduk dan pembuat baju batik yang berasal dari luar keraton ini membuat motif baju batik milik mereka sendiri. Motif baju batik petani merupakan motif batik yang menjadi motif yang dibuat oleh para ibu rumah tangga ketika mereka sedang tidak sibuk dalam mengerjakan sawah. Batik petani ini adalah motif batik yang disebut juga sebagai batik pedesaan atau ada juga yang menyebut sebagai batik pangan. Motif batik ini merupakan motif baju batik yang kerap digunakan oleh para petani pada zaman dahulu. Motif baju batik yang dipakai oleh motif batik petani ini pada umumnya merupakan pengembangan dari motif batik yang berasal dari keraton yang diubah sedemikian rupa oleh para seniman batik ini. Penambahan berbagai bentuk ragam hias yang berasal dari bentuk yang ada di sekitar mereka seperti pola tumbuhan dan hewan menjadikan motif batik ini menjadi berbeda dan dapat dipergunakan secara bebas oleh masyarakat umum. Selain memberikan tambahan ragam hias tumbuhan dan juga hewan dalam motif batik, para seniman juga banyak menggunakan bentuk kegiatan masyarakat dan juga kegiatan mereka dalam hal bertani sebagai motif baju batik yang dibuat oleh para seniman di daerah ini. Batik petani ini pada umumnya memiliki tekstur yang kasar dan juga memiliki bentuk yang tidak halus. Motif batik petani ini merupakan motif batik yang telah diwariskan secara turun temurun di suatu daerah dan menjadi motif batik khas daerah tersebut. Motif batik petani ini memiliki ciri bentuk yang sederhana, hal ini disebabkan salah satunya adalah para pembuatnya tidak memiliki keterampilan yang cukup baik untuk membuat batik dengan pola yang rumit. Batik petani ini juga merupakan batik yang dikerjakan tidak secara serius sehingga motif batik yang tercipta tidak terlalu rumit.
Selasa, 02 Februari 2016
Motif Batik Tradisional
Batik merupakan sebuah kesenian dan juga kebudayaan yang telah sangat melekat dalam kehidupan masyarakat jawa. Kesenian ini telah diturunkan dalam keluarga masyarakat jawa dan telah menjadi kesenian yang berkembang dalam keluarga masyarakat jawa. Motif batik yang berkembang dalam masyarakat jawa ini banyak yang merupakan motif batik dengan makna yang sangat dalam dan mempunyai makna yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat luas. Motif batik yang banyak dibuat oleh para keluarga masyarakat jawa ini pada umumnya merupakan motif yang memperlihatkan berbagai bentuk yang melambangkan kebudayaan masyarakat Jawa. Salah satu jenis motif batik yang banyak berkembang adalah baju batik yang memperlihatkan kehidupan dan juga budaya masyarakat jawa. Motif batik tradisional yang dibuat oleh masyarakat pada masa lalu pada umumnya memiliki banyak motif yang memiliki bentuk dan juga makna yang dalam. Motif baju batik yang dibuat salah satunya adalah motif baju batik yang menggambarkan motif burung garuda. Motif dan juga pola batik ini menggunakan bentuk klasik dan juga banyak motif batik yang dibuat dengan bentuk tradisional. Kain batik yang memiliki bentuk motif burung garuda ini merupakan motif batik yang menjadi lambang dari bentuk burung garuda yang telah menjadi lambang dari bangsa Indonesia. Simbol dan juga bentuk dari burung garuda ini banyak yang muncul dalam motif baju batik karena kendaraan ini dalam cerita merupakan kendaraan yang dipakai dalam cerita rakyat. Simbol dan juga bentuk burung garuda ini telah terkenal sejak zaman dahulu dan banyak dipakai dalam ukiran yang muncul dalam berbagai macam peninggalan sejarah. Salah satu lokasi peninggalan sejarah yang memiliki bentuk ukiran dan juga pola bentuk burung garuda adalah candi Dieng. Burung garuda ini merupakan salah satu burung yang dikenal sebagai kendaraan para dewa dalam agama Hindu. Dan pada masa dahulu kehidupan masyarakat Jawa banyak dipengaruhi oleh budaya hindu yang pernah berkembang secara luas di pulau jawa. Ukiran dengan bentuk Garuda ini banyak ditemui dalam berbagai macam situs sejarah masa lalu dan juga dalam berbagai macam bentuk dan pola batik yang dibuat oleh masyarakat Jawa.
Kamis, 07 Januari 2016
Seni Batik Padang
Batik di daerah Padang pada masa lalu merupakan kain yang dipakai sebagai perlengkapan dalam upacara adat yang dapat berupa selendang atau peci. Para datuak akan memakai kain batik ini sebagai selendang dengan melingkar kan kain batik ini pada leher mereka, sementara untuk kaum wanita akan memakai selendang ini sebagai selendang di bahu. Selama beberapa tahun yang lalu kain batik dengan motif dari daerah Padang ini cukup sulit untuk dapat ditemukan, namun saat ini kegiatan pembuatan baju batik ini telah mulai dikembangkan kembali. Batik dari kota Padang ini diharapkan dapat menjadi kain batik yang dikenal secara luas dan dapat dengan mudah ditemukan dan dibeli oleh para masyarakat yang menyukai nya dan juga dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat baik itu di daerah Padang maupun di seluruh wilayah Indonesia. Salah satu pihak yang berusaha dengan kuat untuk dapat meningkatkan kembali pamor dari batik tanah liek ini adalah Ranah Minang Inaaya yang merupakan sebuah perusahaan yang memiliki toko batik khas Padang di daerah ini. Motif batik yang dibuat di daerah Padang ini memiliki ciri yang unik dan juga tentu saja khas dari wilayah mereka baik itu dari segi corak maupun dari pemilihan warna untuk kain dan motif batik nya. Media yang dipakai untuk dasar warna kain adalah tanah liat yang dipakai sebagai bahan untuk merendam kain yang belum memiliki pola. Proses merendam kain dalam larutan tanah liat ini pada umumnya dilakukan selama satu hari sehingga dapat mendapatkan ketahanan warna tanah yang menjadi satu dengan kain. Setelah proses merendam kain tersebut maka kain tersebut selanjutnya akan dicuci hingga bersih. Para pembuat batik di kota Padang ini pada umumnya menggunakan warna hitam, warna kuning dan juga warna merah ungu yang merupakan warna yang disukai oleh masyarakat daerah tersebut. Selain itu warna yang terbatas itu juga karena proses pembuatan warna mereka yang menggunakan tanah liat sehingga warna yang dapat muncul menjadi sangat terbatas. Batik yang dibuat oleh masyarakat kota Padang ini juga banyak yang menggunakan warna alam dan juga saat ini banyak yang menggunakan warna sintetis untuk membuat warna pada batik mereka.
Kamis, 31 Desember 2015
Motif Baju Batik Kudus
Kain batik yang dibuat oleh para seniman baju batik asli dari kota ini atau disebut juga seniman batik pribumi ini banyak mendapatkan pengaruh dari budaya yang ada di daerah dan juga wilayah kota Kudus. Selain itu motif batik kota Kudus ini merupakan motif batik dengan jenis batik pesisir. Namun tidak seperti motif batik pesisir lainnya yang hanya mengandalkan keindahan bentuk motif saja, seni pembuatan batik di kota ini juga ternyata memiliki arti dan juga makna pada beberapa motif batik nya. Batik di kota Kudus ini ada beberapa yang memiliki makna dan arti khusus sehingga motif tersebut memiliki acara tertentu yang menjadi tempat kain batik atau baju batik tersebut dipakai. Beberapa motif baju batik khas kota Kudus ini ada yang memiliki makna khusus yang membuat mereka hanya dipakai untuk acara tertentu seperti upacara pernikahan yang menggunakan motif batik busana kelir, motif burung merak. Selain itu motif batik kota Kudus ini ada juga yang memperlihatkan kekuatan Budaya Islam dalam masyarakat Kota Kudus. Motif batik ini pada umumnya memiliki bentuk kaligrafi dan juga sejarah walisongo yang ada di daerah ini yaitu yang dikenal dengan nama Sunan Kudus dan juga Sunan Muria. Motif baju batik yang memiliki pengaruh dari budaya agama Islam ini banyak ditemui tumbuh dan berkembang di beberapa wilayah kota Kudus seperti di sekitar wilayah Sunan Kudus dan juga di daerah kudus Kulon. Selain itu ada juga jenis batik Kudus yang dibuat oleh masyarakat Keturunan Cina. Batik Kudus yang dibuat oleh seniman batik dari keturunan bangsa Cina ini memiliki ciri khas dengan motif batik yang halus dan juga rumit. Selain itu motif baju batik ini di desain dengan menggunakan warna sogan dan dibuat dengan motif batik parang, motif batik dengan bentuk tombak dan juga motif batik tradisional yang sangat terkenal yaitu motif batik Kawung. Batik yang dibuat oleh masyarakat Keturunan ini banyak digabungkan dengan berbagai bentuk rangkaian motif bunga, motif batik dengan bentuk hewan kupu-kupu dan berbagai macam ragam hias lainnya yang membuat motif baju batik ini menjadi tambah indah dan juga menawan.
Rabu, 23 Desember 2015
Batik Khas Ponorogo
![]() |
| Motif Bledhak Merak |
Batik dengan corak khas yang memperlihatkan bentuk merak dan reog adalah ciri dari motif batik yang berasal dari kota Ponorogo yang berada di wilayah Jawa Timur. Batik di daerah Ponorogo ini telah ada sejak zaman perkembangan agama Islam dan juga kerajaan di tanah jawa pada masa lalu. Seni baju batik di wilayah ini pernah menghilang dan sangat susah dijumpai di pasaran. Hal ini terjadi ketika seluruh kabupaten di daerah Jawa Timur ini membuat kain batik tulis dengan motif batik khas mereka sendiri. Daerah Ponorogo pada masa lalu sebenarnya merupakan salah satu kota yang menjadi bukti kejayaan batik di Indonesia di masa lalu. Pada sekitar tahun enam puluhan hingga tahun delapan puluhan daerah Ponorogo ini telah memiliki sangat banyak seniman batik dan hampir mencapai jumlah tujuh ratus lima puluh seniman batik. Para seniman batik di kota Ponorogo ini bernaung dalam dua koperasi besar yang menjadi pusat ekonomi bagi para seniman batik di daerah ini. Koperasi ini adalah dua koperasi yang hanya khusus untuk mengurus para seniman dan juga pengusaha dalam bidang batik. Kebesaran dan juga kejayaan industri baju batik di wilayah Ponorogo ini dapat terlihat dengan banyaknya bangunan tua yang ada di daerah ini. Industri batik di daerah Ponorogo ini pada zaman dahulu berada di beberapa daerah seperti di wilayah Kauman, Desa Ronowijayan, Mangunsuman, Kertosari dan daerah Setono dan masih ada beberapa desa pusat pembuatan batik lain di Ponorogo. Kejayaan batik di daerah ini mulai mengalami penurunan yang drastis dengan masuknya kain motif batik yang dibuat dengan cara printing. Banyak pengusaha batik yang pada masa itu kemudian harus menutup toko mereka dan kemudian mengerjakan pekerjaan yang lain. Batik di wilayah Ponorogo ini mulai kembali mendapatkan dorongan ketika adanya pengakuan akan keistimewaan batik Indonesia dari dunia. Dengan ini keindahan batik tulis mulai kembali banyak yang mencari dan permintaan akan batik tulis mulai kembali meningkat seiring dengan bertambahnya pengetahuan masyarakat akan kualitas dari seni batik tulis.
Langganan:
Postingan (Atom)




