Baju batik di kota Brebes ini memiliki ragam motif batik yang sudah cukup banyak. Saat ini motif batik dari desa Salem yang dibuat oleh masyarakat daerah tersebut sudah mencapai dua puluh jenis motif baju batik. Diantara dua puluh motif batik yang dibuat oleh masyarakat desa Salem tersebut terdapat tiga jenis motif batik yang sangat menarik minat masyarakat luas. Motif batik tersebut merupakan motif baju batik yang tidak dapat dibuat dengan menggunakan mesin secara besar namun merupakan motif batik yang dibuat dengan menggunakan tangan yang terampil dari para seniman batik desa Salem. Ketiga motif baju batik dari desa Salem ini merupakan motif baju batik yang cukup rumit dan hanya dapat dibuat oleh para seniman batik yang sangat terampil dan memiliki pengalaman yang sangat banyak dan telah melakukan pekerjaan membuat motif batik selama tahunan. Motif batik ini merupakan batik yang memiliki bentuk motif rumit yang membutuhkan ketelitian, telaten dan juga ketekunan dalam membuat motif batik tersebut. Ketiga motif batik yang disebut di atas adalah motif baju batik kopi pecah, motif batik manggar, dan yang terakhir adalah motif batik sawat rantai. Motif batik kopi pecah adalah salah satu motif baju batik yang tergolong dalam kelompok batik klasik dan juga merupakan motif yang menjadi warisan dari nenek moyang masyarakat desa Salem. Motif batik tersebut masih dapat dijaga bentuk aslinya dan merupakan salah satu motif baju batik yang memperlihatkan ciri khas baju batik dari desa Salem. Motif batik yang lain adalah motif batik manggar. Motif baju batik ini merupakan motif batik yang mendapatkan inspirasi dari tanaman yang sangat banyak tumbuh di desa Salem dan dapat ditemui dengan mudah di desa ini. Motif batik Wahyu Temurun adalah motif baju batik yang menjadi motif batik yang diwariskan secara turun temurun di dalam kehidupan masyarakat Salem dan masih sesuai dengan bentuk motif aslinya ketika diciptakan oleh para seniman batik yang merupakan nenek moyang masyarakat desa Salem.
Kamis, 24 September 2015
Tiga Motif Batik Desa Salem
Minggu, 13 September 2015
Seni Batik Di Nusa Tenggara Barat
![]() |
| sumber : batikcity |
Indonesia merupakan negara yang sangat kaya akan budaya dan juga warisan tradisi berbagai macam kesenian yang indah dan juga menawan. Batik sebagai sebuah kesenian Indonesia merupakan sebuah kesenian bangsa yang berasal dari suku Jawa. Seni baju batik ini telah menjadi suatu hal yang berhasil diakui oleh lembaga internasional. Seni pembuatan batik saat ini telah muncul di berbagai daerah seperti di daerah Nusa Tenggara Barat. Lokasi ini telah membuat berbagai macam motif batik yang menjadi motif khusus dari daerah mereka yang sangat indah. Batik yang dibuat oleh masyarakat daerah ini dikenal dengan nama batik sasambo. Nama ini berasal dari tiga etnis yang ada di wilayah Nusa Tenggara Barat ini yaitu suku sasak di daerah Lombok, kemudian Samawadi di daerah Sumbawa dan satu lagi adalah Mbojo di wilayah Bima. Ketika ketiga suku ini bersatu untuk membuat seni dan juga motif batik tradisional daerah mereka maka tercipta lah batik sasambo yang menjadi media mereka dalam hal membuat kerajinan tangan tradisional dari daerah mereka. Batik Sasambo ini memiliki motif yang disebut motif sasambo, kemudian motif made sahe atau dalam bahasa Indonesia berarti mata sapi, kemudian motif batik kakando dan juga motif batik uma lengge yang merupakan motif yang namanya berasal dari rumah tradisional dengan bentuk kubah yang mirip dengan kerucut. Setiap daerah yang membuat motif batik ini memiliki corak dan juga warna batik yang dapat dibedakan dari lokasi tempat mereka dibuat. Harga untuk batik daerah ini cukup bervariasi tergantung dari kehalusan kain dan juga seberapa artistik motif batik yang ada pada permukaan kain tersebut. Kain batik daerah ini dijual mulai dari harga ratusan ribu hingga bisa juga mencapai harga jutaan rupiah. Seperti batik di wilayah Jawa, proses pembuatan batik di daerah ini juga menentukan harga jual dari batik ini, sehingga semakin lama baju batik tersebut dibuat maka semakin mahal pula harga batik tersebut. Motif yang dibuat oleh masyarakat daerah ini juga cukup rumit dan sangat indah.
Selasa, 01 September 2015
Ciri Batik Tulis Bali
Bali saat ini merupakan salah satu lokasi yang menjadi tempat tujuan wisata baik wisatawan domestik maupun wisatawan asing. Tingginya tingkat pariwisata di daerah ini mendukung perkembangan berbagai macam industri di wilayah ini. Salah satu industri yang cukup berkembang di Bali saat ini adalah industri pembuatan baju batik. Saat ini kita dapat dengan mudah menjumpai banyak toko yang menjual berbagai jenis baju batik dan juga kain batik Bali dengan ragam corak dan juga motif yang indah. Sebelum kita berbelanja kain batik di Bali atau di mana pun, ada baiknya kita mengetahui jenis batik berdasarkan cara pembuatan nya. Hal ini penting karena cara pembuatan batik akan sangat berpengaruh terhadap kualitas dan tentu saja harga jual batik tersebut. Batik dari cara pembuatan nya dibagi menjadi beberapa kategori, pertama adalah batik tulis, kedua adalah batik tulis cap, ketiga batik cap dan yang keempat adalah batik cabut yaitu batik yang menggabungkan teknik batik tulis dengan printing, dan kategori terakhir adalah batik printing. Batik dengan kualitas paling baik adalah batik tulis. Batik ini dapat kita kenali dengan cara melihat bentuk gambar dari motif batik yang ada. Apabila bentuknya tidak sama besar dan memiliki sedikit perbedaan dengan bagian lain maka batik tersebut bisa jadi merupakan batik tulis. Ciri kedua adalah kainnya sedikit lebih berat dari kain batik jenis lain. Ciri ketiga adalah pola yang digambar pada permukaan kain tidak akan sama persis secara sempurna, ada sedikit perbedaan yang dihasilkan oleh tangan manusia. Ciri yang ketiga dari batik tulis adalah wangi kain batik tersebut biasanya sangat khas, karena jenis warna yang digunakan menggunakan bahan-bahan dari alam. Motif batik dari daerah Bali ini pada umumnya mendapatkan ide dari cerita dan juga kisah dewa yang ada dalam keseharian masyarakat Bali. Berbagai motif batik yang mereka ciptakan terdiri dari berbagai macam corak dan juga pola batik yang cukup rumit. Desain batik yang dibuat oleh masyarakat Bali ini memiliki ciri tersendiri dan juga tentu memiliki nilai tersendiri dengan mengangkat berbagai macam budaya Bali.
Minggu, 09 Agustus 2015
Motif Batik Di Kota Sragen
Batik yang ada di kota Sragen pada mulanya merupakan hasil buatan para pembuat baju batik dari daerah ini yang banyak bekerja di pengusaha batik kota Solo. Para pembuat batik ini ada yang memang secara langsung bekerja di pabrik batik kota Solo dan ada juga yang dengan menggunakan model sanggan. Model ini adalah ketika para pembuat baju batik membawa bahan batik dari para pengusaha kota Solo untuk dibawa pulang dan mengerjakan pekerjaan pembuatan batik tersebut di lingkungan rumah mereka sendiri. Pada tahun sekitar 1960an para pembuat batik dari kota ini kemudian mulai memberanikan diri untuk membuat usaha baju batik miliki mereka sendiri. Para pembuat batik ini pada umumnya berasal dari Desa Kliwonan dan juga desa Pilang. Usaha mereka membuat batik di daerah mereka sendiri ini ternyata kemudian membawa hasil yang sangat baik dan memiliki perkembangan yang baik. Melihat keberhasilan para pembuat batik ini, usaha batik mulai menular ke tetangga sekitar desa mereka dan pada akhirnya keberadaan para pembuat baju batik dari kota Sragen ini semakin kuat dan terus mengalami perkembangan yang baik hingga saat ini. Motif batik yang ada di kota ini memang tidak bisa lepas dari motif baju batik kota Solo namun secara perlahan, batik yang dibuat oleh masyarakat kota ini kemudian pada akhirnya berhasil membuat motif batik yang mencerminkan lingkungan mereka sendiri dan menjadi batik yang khas dari Sragen. Beberapa tahun terakhir ini para pembuat baju batik di kota ini kemudian mulai membuat motif batik yang mereka buat sendiri yang memperlihatkan lingkungan dan budaya yang dimiliki oleh masyarakat Sragen. Motif batik dari kota ini pada umumnya memiliki garis yang tegas dan menggunakan berbagai macam warna yang cukup bervariasi dan juga banyak menggunakan warna batik yang cerah. Daerah Sragen ini juga cukup terkenal dengan motif batik yang disebut dengan gaya lawasan. Batik ini adalah batik yang baru jadi tapi dibuat dengan sedemikian rupa sehingga motif batik yang ada pada kain ini terlihat sebagai batik yang telah memiliki umur lama dan terlihat seperti batik antik
Rabu, 22 Juli 2015
Jenis Motif Batik Bekasi
Batik
memiliki banyak ragam pola dan juga motif yang sangat banyak. Setiap motif yang
ada pada permukaan batik merupakan sebuah identitas batik tersebut yang
mewakili daerah batik tersebut dibuat. Banyaknya ragam jenis motif dan juga
pola batik ini membuat kebudayaan kita semakin kaya dan sangat beragam. Ciri
dari setiap motif daerah tersebut merupakan sebuah pengenal bagi daerah
tersebut, dengan begitu maka sangat jarang sekali sebuah motif batik dari
daerah tertentu memiliki motif yang sama dengan baju batik dari daerah lain.
Salah satunya adalah batik yang berasal dari Bekasi. Kota ini memiliki para
pembuat baju batik yang membuat motif yang merupakan sebuah gambaran dari
kebudayaan yang ada pada masyarakat Betawi yang hidup dan tinggal di wilayah
Jawa Barat. Motif baju batik ini kemudian dikenal dengan nama motif batik
Tarawang. Batik ini berdasarkan sejarah yang ada telah muncul semenjak zaman
penjajahan Belanda terhadap Indonesia. Batik ini bahkan pernah ikut dalam
pemeran batik Jawa yang dilaksanakan di Amsterdam, Belanda pada tahun seribu
delapan ratus sembilan puluh dua. Baju batik yang bernama motif batik Tarawang
ini adalah motif batik yang menjadi kebanggaan karena telah menjadi sebuah
motif batik yang menjadi identitas bagi kebudayaan masyarakat Bekasi. Baju
batik yang dibuat oleh masyarakat Bekasi ini memiliki motif batik yang sangat
unik dan juga menarik, dan memiliki bentuk motif yang memperlihatkan budaya
masyarakat Betawi. Kota ini telah berhasil membuat 12 jenis pakem dari motif
batik yang kemudian diberi nama sebagai motif baju batik Bekasi. Peresmian
motif baju batik ini dilakukan pada waktu peringatan ulang tahun kota bekasi
yang ke tujuh belas oleh walikotanya yaitu bapak Rahmad Effendi bersama dengan
bapak Ahmad Syaikhu sebagai wakil walikota Bekasi. Motif baju batik Bekasi ini
dapat dikelompokkan dalam lima kategori yaitu Motif batik Flora, motif batik
Fauna, Motif batik Budaya, Motif batik sejarah dan yang terakhir adalah motif
batik terang.
Rabu, 24 Juni 2015
Industri Batik Di Jawa
Pulau Jawa merupakan pusat penjualan baju batik yang sudah sangat terkenal di seluruh dunia. Banyak tempat dan juga kota yang berada di pulau ini sangat terkenal dengan batik buatan mereka dan juga motif batik yang menjadi ciri khas daerah mereka. Para pembuat baju batik yang ada di seluruh pulau Jawa ini pada umumnya merupakan pembuat baju batik yang ahli dan mempunyai ciri tersendiri dalam setiap motif baju batik yang mereka buat. Pembuatan baju batik saat ini telah berkembang dengan baik dan menjadikan batik termasuk dalam industri tekstil yang penjualan mencapai angka yang sangat besar. Pembuatan baju batik sebagai busana saat ini sudah sangat besar dan para pemain yang menjalankan industri ini berjumlah sangat banyak. Pembuatan baju batik sampai saat ini pada umumnya masih merupakan industri kecil dan juga industri menengah. Hal ini terlihat dari para produsen pembuat batik pada umumnya merupakan kelompok keluarga yang memiliki motif dan ciri mereka dalam setiap motif batik produksi mereka. Para pembuat batik ini pada umumnya dapat kita jumpai dalam jumlah yang besar di daerah seperti Yogyakarta dan juga Solo yang sering disebut sebagai tempat asal mulanya batik. selain itu industri batik juga berkembang dengan pesat di daerah seperti Pekalongan dan juga Madura. Saat ini daerah Pekalongan bahkan dapat disebut sebagai daerah penghasil baju batik yang cukup besar dan memiliki banyak sekali pembuat baju batik yang berasal dari lingkungan industri rumah. Kegiatan pembuatan baju batik dan juga penjualan baju batik ini telah berhasil mendorong perekonomian daerah tersebut dan juga membuat daerah penghasil batik tersebut terkenal ke seluruh dunia. Menjaga kelestarian dan juga menjaga tradisi asli pembuatan batik adalah hal yang cukup penting untuk kita pertahankan.
Minggu, 07 Juni 2015
Kota Gudeg dan Batik
Yogyakarta yang merupakan kota yang terkenal dengan kesenian baju batik adalah sebuah wilayah yang terletak di wilayah Jawa Tengah. Kota Yogyakarta dapat disebut sebagai kota yang menjadi awal mula perkembangan baju batik di Indonesia ini merupakan sebuah kota yang juga terkenal dengan berbagai macam hal. Di antara beberapa hal yang cukup terkenal dari kota ini salah satunya adalah kuliner yang dimiliki oleh kota Yogyakarta yaitu gudeg. Di setiap sudut kota Yogyakarta kita dapat dengan mudah menemui penjual gudeg baik di pinggir jalan atau yang menjual di kios. Gudeg di kota ini dapat kita temui di jual di jam berapa pun. Mulai pagi hingga pagi lagi akan selalu ada penjual gudeg di berbagai sudut kota ini. Yogyakarta sebagai sebuah kota yang memiliki sebuah universitas yang terkenal yaitu Universitas Gajah Mada dan juga berbagai perguruan tinggi swasta lain yang sangat terkenal menjadikan kota ini menjadi sebuah tujuan belajar untuk pelajar dari berbagai sudut negeri ini bahkan beberapa pelajar dari luar negeri. Selain itu di kota ini juga terdapat Keraton Yogyakarta yang menjadi pusat segala kebudayaan Jawa. Batik yang pada awal mulanya merupakan suatu pakaian dan juga busana resmi keluarga keraton telah berhasil berkembang dengan baik menjadi busana yang dipakai oleh masyarakat luas. Baju batik yang di buat oleh para pembuat batik kota Yogyakarta ini telah menarik minat berbagai kalangan di masyarakat untuk ikut juga memakai baju batik sebagai busana pilihan mereka. Baju batik yang ada di kota Yogyakarta ini pada umumnya dibuat oleh para pembuat batik yang ada di berbagai sudut wilayah kota ini, biasanya sering terlihat dengan menggunakan warna batik yang berwarna coklat dan juga banyak baju batik yang dibuat dengan warna nila dan juga warna dasar putih pada berbagai motif baju batik nya.
Langganan:
Postingan (Atom)
